No products in the cart.

10 Muharram Sebagai Harinya Anak Yatim (Idul Yatama)
YSAI Pemalang – 10 Muharram sebagai harinya anak Yatim (Idul Yatama)
Seperti yang kita ketahui bulan Muharram (Jawa-Suro) adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah dan kita sering merayakan Tahun Baru Hijriyah pada bulan ini. Ada satu hari yang bersejarah dalam bulan Muharram yang disebut hari ‘Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Dilansir dari laman wikipedia, ‘Asyura diperingati sebagai hari raya resmi bangsa Arab. Pada masa itu orang-orang berpuasa dan bersyukur menyambut ‘Asyura. Mereka merayakan hari itu dengan penuh suka cita sebagaimana hari Nawruz yang dijadikan hari raya di negeri Iran. Dalam sejarah Arab, hari ‘Asyura (10 Muharram) adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari suka cita.
Di Indonesia sendiri khususnya umat muslim terutama pemerhati anak Yatim, 10 Muharram dijadikan sebagai Hari Lebaran Yatim atau Idul Yatama. Istilah dari Idul Yatama ini merupakan ungkapan atas kegembiraan bagi anak-anak yatim, sebenarnya bukan hari raya sebagaimana hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Istilah Idul Yatama ( Hari Raya Yatim ) adalah ungkapan kegembiraan bagi anak-anak Yatim sebab pada saat itu banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka. Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak Yatim pada hari tersebut. Rasulullah sangat menyayangi anak-anak Yatim dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura ( 10 Muharram ) dimana beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak Yatim tapi juga keluarganya.
Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin sendiri, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda:
مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً
“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharam, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.
Dan dalam hadits riwayat Abu Dawud ra. dinyatakan bahwa Hari Raya umat Islam hanya ada dua, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri:
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَقَالَ: مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟ قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ الْأَضْحَى، وَيَوْمَ الْفِطْرِ
Dikatakan oleh Anas, ia berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah dan mereka (orang Madinah) menjadikan dua hari raya dimana mereka bergembira. Lalu Rasulullah bertanya: “Apa maksud dua hari ini?” Mereka menjawab: “Kami biasa bermain (bergembira) pada dua hari ini sejak zaman Jahiliyah.” Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan untukmu dengan dua hari raya yang lebih baik dari padanya, yaitu hari raya Adha dan hari raya Fitri (HR : Abu Daud : 1134)
Dalam hadits tersebut menjelaskan hanya ada 2 Hari Raya, maka memang Idul Yatama hanyalah sebagai ungkapan kegembiraan.
Idul Yatama sendiri menjadi program tahunan dalam kalender Yayasan Surya Alam Indonesia. Kami merayakannya dengan berbagai kegiatan seperti halnya pada tahun lalu. InsyaAllah pada tahun ini kami pun akan merayakannya kembali. Tentunya dukungan dari para donatur sangat kami harapkan. Untuk info lebih lanjut tentang program kami ini silahkan hubungi kami di :
Atau kunjungi halaman campaign kami di :


